Dandim 0106/Ateng Hadiri Pembukaan Kas Titipan Bank Indonesia

Oleh
IMG-20170808-WA0038

TAKENGON - Komandan Kodim 0106/Ateng-BM Letkol Inf Didit Hari Prasetyo Putro S.I.P bersama dengan Pimpinan BRI cabang M.Husein Armansyah, Wakil Bupati Bener Meriah Sarkawi, Pejabat Bank BI pusat Hidayat, Deputi Kepala Bank BI Aceh Handoko, Asisten ll Drs Amir Hamzah dan Wakapolres Kompol Warosidi SH.MH melaksanakan kegiatan pembukaan kas titipan Bank Indonesia yang bertempat di Kantor Cabang BRI Jln. Yos Sudarso, Blang Kolak II, Kec. Beneran, Kab. Aceh Tengah, Selasa (08/08/17).

Dalam sambutannya Pejabat Bank Indonesia pusat Yufrizal mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Aceh Tengah secara umum sudah mulai baik karena masyarakatnya mayoritas bekerja di bidang perkebunan dan salah satu hasil produksinya adalah kopi. Kopi merupakan komoditi yang di ekspor ke berbagai negara di dunia.

Guna memenuhi kebutuhan uang untuk transaksi di wilayah Kab. Ateng, BM, Gayo Lues dan Kota Cane tidak lagi harus pergi ke Lhoksumawe , cukup datang ke Takengon. Untuk uang yang masuk ke Bank saat ini sudah mencapai 70 Milyar perbulan.

Lebih lanjut Yufrizal menjelaskan, tugas utamanya Bank Indonesia adalah membantu mengedarkan uang kepada masyarakat di daerah sekitar, untuk memenuhi kebutuhan uang pada masyarakat dalam nominal yang cukup, pecahan yang sesuai, tepat waktu, dan layak edar. semakin lama uang beredar di masyarakat, maka tampilan uang menjadi kurang sempurna dan tidak sehat, idealnya uang kertas bisa dipakai maksimal lima tahun.

Namun di daerah terpencil sampai 15 tahun. “Maka dengan adanya Kas Titipan ini, bisa memenuhi kebutuhan uang layak edar di daerah yang tidak terjangkau. “BI tidak mungkin sendiri dalam menyebarkannya ke berbagai wilayah dan harus bekerja sama dengan Bank di daerah sebagai perpanjangan tangannya.

Sebagai penutup, pejabat BI mengharapkan dengan adanya program Kas Titipan BI atau Centralized Cash Network Planning (CCNP) ini dapat memenuhi kebutuhan uang yang layak edar dan menarik uang tidak layak edar (clean money policy) terhadap masyarakat, terutama masyarakat yang berada di daerah-daerah yang sulit dijangkau dan akan mempermudah masyarakat untuk mendapatkan uang layak edar yang baru, termasuk uang dengan tingkat kelecekannya di atas rata-rata baik serta menghindari perbankan melakukan pengiriman uang sendiri.

Nantinya, mereka bisa langsung memasukkan uang kelebihan atau kekurangannya di kas tersebut, jika lebih bisa dimasukkan, jika kurang tinggal ambil lagi. Sehingga lebih efisien, efektif, dan lancar dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Komentar

Loading...