Siswa SD Islam Lhokseumawe ” Serbu” Markas Den- Arhanud-001

Oleh
photo_2017-05-13_14-06-21

Lhokseumawe - Sebanyak 407 orang siswa SD Islam Terpadu Bunayya Lhokseumawe melaksanakan Wisata Edukasi ke Markas Detasemen Arhanud-001 Kodam Iskandar Muda yang berkedudukan di Pulo Rungkom, Aceh Utara. Sabtu (13/5).

Dalam kunjungan tersebut, mereka didampingi oleh 15 guru pendamping, yang bertujuan untuk mengenalkan dunia kemiliteran dan Alutsista Arteleri Pertahanan Udara  pada murid sekolah.

Kunjungan wisata edukasi ini diterima langsung oleh komandan Denarhanud-001 Mayor Arh Iwan Hermaya Purnawan, S.I.P., diawali dengan melihat pertunjukan Drill tingkat Pucuk dan Satbak dengan menggunakan dua pucuk Meriam 57 mm/ AA dan satu unit Fire Control Vehicle (FCV-1) serta satu unit Alat kendali tembak (FCDV-1) di lapangan Hellypad Denarhanud-001.

Sementara itu didalam hanggar Denarhanud-001 juga ditampilkan senjata ringan SS-2 V2 dan Pistol P1 serta senjata penangkal serangan udara SMB 12,7 mm DSHK.

Kepala Sekolah Bunayya Yusmadi, S.Pd, menyatakan murid-murid umumnya tertarik dengan Alutsista yang dimiliki oleh Detasemen Arhanud-001 karena bentuknya yang berbeda dengan senjata yang biasa dilihat mereka, juga ada pesawat Aeromodeling yang menjadi sasaran tembak meriam.

“Kegiatan ini merupakan wisata sekaligus media pembelajaran yang efektif bagi siswa SD Islam Terpadu Bunayya Lhokseumawe karena dapat berinteraksi secara langsung kepada prajurit dan alusista yang digunakan” kata Moly salah satu guru pendamping yang ikut."Semoga kegiatan ini dapat memberikan inspirasi dan menambah wawasan para siswa siswi sekalian, sebagai generasi penerus Bangsa. Tentara bukan untuk ditakuti, tentara adalah pelindung rakyat  dan Asrama Militer adalah rumah bagi rakyat, jadi kami terbuka kepada siapapun yang ingin berkunjung ke Satuan kami.” ungkap Komandan Detasemen Arhanud-001 Mayor Arh Iwan Hermaya Purnawan, S.I.P

“Terima kasih kepada Komandan dan bapak-bapak tentara yang sudah mengijinkan kami datang kesini, semoga kedepan kami tetap diperbolehkan kesini lagi’’, ujar Aisyah, salah seorang guru pendamping.

Komentar

Loading...